Gunung Merbabu, Magelang

200

More than 250 words

…Baca Seterusnya

Advertisements

Bukan karena dia tidak memiliki rasa
Melainkan takut salah menilai apa itu cinta, apa itu sepi

Pada awalnya
Dia takut terhadap sepi

Dia melawan rasa itu

Hingga pada akhirnya

Dia justru menyukai kesunyian, merasa tenang di dalamnya

Dan dia adalah Aku

Cafe Kampung Nyuss, Yogyakarta

Gua sering main ke kos Vello, dan ga pernah main ke sini sebelumnya. Hingga pada akhinya gue sering buka puasa dan ngobrol dengan Vello dan Ilham di sini bahkan sampai waktu sahur. Banyak anak band latihan di cafe ini. Om Qito, nama pemilik cafe ini, dia salah satu gitaris dari bandnya yang sudah ga aktif (lupakan bandnya), dia orang yang ramah dan asik diajak ngobrol. Itu alasan besar gue jadi nyaman ke cafe ini. Gue banyak menghabiskan waktu di cafe sederhana ini. Ngobrol about anything dan gue banyak belajar di sini, gue banyak mengenal orang dan merasa bahwa gue seperti gelas yang kosong. Dan lu harus berhati-hati, karna tekadang mendadak lu bakal jadi lulusan dari cafe ini, dan gue angkatan 2016. Hehehe. Lu ga akan ngerti yang gue maksud, karna ini merupakan organisasi rahasia.

Tentang cafe ini
Menunya biasanya ditulis di papan pintu masuk (unpredictable), di sini cuma ga nyediain mie instan. Cafe ini selalu buka, 24 jam lu di sini bakal dilayanin, kecuali hari minggu atau hari libur yang lain. Tapi, kalau untuk informasi tutup biasanya diupload di instagramnya, bisa cek dan follow disini. Wkwk.