Gunung Merbabu, Jawa Tengah

merbabu-mt-by-iphone-174

More than 500 words

Assalammualaikum.. Hi Guys!

Kali ini Saya ingin menceritakan perjalanan Saya ketika mendaki Gunung Merbabu 20-22 Maret 2015. Pada awalnya kami berencana mendaki 2 minggu sebelum perjalanan, kami berencana mendaki berlima, 2 cowok (termasuk Saya) dan 3 perempuan. Tapi ketika hari H para wanita tidak jadi mendaki dikarenakan, yang satu dia kecopetan di lampu merah, yang satu pms, dan yang satu keberatan karna hanya bertiga. Alhasil, yang berangkat pada saat itu hanya Saya dan teman Saya M Alwi Arsyad. Dia adalah salah satu mahasiswa yang aktif mendaki sebelumnya, dia cukup berpengalaman.

Kami berjalan dari Jl. Bantul (tempat tinggal Alwi) setelah ashar, dan ketika sampai di daerah Gamping atau Ringroad Barat hujan lebat. Saya tidak membawa mantel atau jas hujan. Kamu berteduh dan sekitar jam 4 sore kami melanjutkan perjalanan yang cuacanya mulai membaik.

Setelah lumayan lama di perjalanan, akhirnya kita sampai di Magelang menjelang maghrib. Kita istirahat sebentar sambil menghangatkan diri dengan makan Bakso.

Setelah itu, meskipun masih sedikit gerimis kami menuju pos awal (tempat pendaftaran) untuk pendakian jalur Selo. Tapi, Alwi yang sering mendaki malah lupa jalan, dan akhirnya kami nyasar. Kami bertanya pada masyarakat sekitar. Kita mengikuti tempat yang dimaksud oleh warga tersebut. Dan ternyata kami bukan menuju jalur Selo, melainkan jalur Wekas.

Oke, that’s right, hari mulai gelap dan kami memutuskan untuk mendaki melalui jalur Wekas, mereka menyebutnya via Wekas. Kami start awal dari pos pendaftaran pendakian sekitar jam 7 malam.

Setelah sekitar 1 jam pertama mendaki, Saya mulai nyerah, tapi Alwi justru mengajak Saya istirahat sejenak. Setelah energi mulai terkumpul, kami melanjutkan perjalanan yang terkadang Saya mendengar suara seperti beberapa wanita berbicara dari kejauhan, terdengar seperti dari bukit di seberang sana. Setiap salah satu dari kami merasa lelah, kami beristirahat; minum dan makan snack. Ketika itu Saya beristirahat dan meminta Alwi untuk memfoto Saya malam itu, tapi Alwi tidak mengizinkan. Lalu kami harus melanjutkan perjalanan lagi dikarenakan cuaca kurang mendukung, gerimis.

Kami sampai di pos 2 sekitar jam setengah 10 malam, kami langsung mendirikan tenda ditengah derasnya hujan itu. Setelah tenda berdiri, kami minum yang anget-anget dan istirahat. Ketika tidur, hampir setiap 2 jam Saya terbangun, mungkin karna cuaca yang dingin dan jaket yang belum kering. Tapi, Saya tetap berusaha untuk tidur.

Pagi harinya, Saya membuka tenda itu dan melihat lingkungan sekitar yang penuh dengan kabut lebat. Saya tidak membawa sendal, hanya membawa sepatu baru temanku, Najib (sorry, but thank you very much karna sepatu itu bukan sepatu gunung dan masih baru wkwk). Ketika itu Saya ingin mengambil air di sumber air di Pos tersebut (hanya via Wekas yang memiliki sumber air), meskipun jaraknya tidak terlalu jauh dari tenda, ketika sampai tenda kaki Saya mati rasa dan membeku. It’s Amazing!. Setelah masak-masak, kami pun mempersiapkan diri ke Puncak Merbabu.

merbabu-mt-by-iphone-010-min

 

Kami jalan dari Pos menuju Puncak Merbabu sekitar jam 9 pagi meskipun penuh dengan kabut. Dan tak jarang, jarak pandang pada saat itu kurang dari satu meter dan tiba-tiba kami melihat di dekat kami terdapat jurang. Jadi harus hati-hati.

merbabu-mt-by-iphone-051-minmerbabu-mt-by-iphone-040-min

Setelah itu sampailah kita di Puncak Merbabu 3.142mdpl, mantab.

merbabu-mt-by-iphone-112-min058merbabu-mt-by-iphone-172-minmerbabu-mt-by-iphone-159-min

Setelah menikati pemandangan di Puncak, jam 4 sore kami memutuskan untuk kembali ke tenda dan sampai tenda sekitar jam 6 sore. Lalu beristirahat.

Dan keesokan harinya, pagi itu kami sempat berfoto di sekitar tenda (foto tidak dishare karna tidak ada di laptop).

merbabu-mt-by-iphone-215

Foto suasana pos dua sbelum balik ke kaki gunung.

Catatan: Ketika Saya turun, sampailah Saya pada tempat dimana Saya mendengar suara banyak wanita pada malam itu. Tapi ketika Saya melihat, rasanya tidak mungkin jarak yang jauh itu masih menjangkau untuk mendengar suara-suara itu.

Sekian, wassalammualaikum..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s