Jogja Kala itu

Seperti Eropa
Jogja ketika masih dipimpim oleh Sultan Hamengkubuwono ke IX. Saya merasa seperti berada di Eropa. Kala itu, Jogja penuh dengan pepohonan, dan saya masih merasakan yang namanya hawa sejuk di pagi hari, menikmati bias cahaya matahari dari bawah pepohonan bukanlah hal yang biasa.

Lorong bawah tanah Jogja

Alun-Alun Kidul
Kala itu, Alun-Alun Kidul sangatlah hijau ditumbuhi rumput yang lebat yang mana kala itu ada gajah di Alun – Alun tersebut, tidak seperti saat ini, ada sebagian tanahnya yang tidak ditumbuhi rumput hijau.

Malioboro
Ketika itu dari Tugu Jogja sampai Jl. Malioboro tidak ada batas penghalang dari St. Tugu, Saya masih merasakan jalan itu terbagi menjadi dua arah. Dan ketika di (0) nol km, ada air pancur ditengahnya. Saya melihat sistem pengariannya yang bagus.

Sekitar UGM
Saya suka bermain di UGM, dan pada saat itu sangatlah sejuk.

Kaliurang
Kala itu di gubuk — di Kaliurang, seluruh Jogja sangatlah hijau. Kala itu ramah tamah sangat dijunjung tinggi di daerah itu.

Lereng yang hilang

Jogja Saat Ini
Namun semua telah berubah, sekarang Jogja sangat padat, macet, panas, banyak gedung tinggi dan sedikit demi sedikit terkikisnya budaya ramah tamah itu.

Terimakasih kepada;
Rian Roswell – Drummer Secangkir Senja

Ditulis awal pada tanggal 10 Desember 2016
Update terakhir pada 18 Januari 2017

Advertisements